• Senin, 15 Agustus 2022

PUSTAKA ISLAMI: Ketika Umar Bin Khattab Dibaiat Sebagai Khalifah, Berikut Kisahnya

- Kamis, 7 April 2022 | 09:00 WIB
Tadabur adalah salah satu cara kita untuk memudahkan memahami arti dan kandungan Al Quran. Berikut Tadabbur surat Al Haqqah ayat  10
Tadabur adalah salah satu cara kita untuk memudahkan memahami arti dan kandungan Al Quran. Berikut Tadabbur surat Al Haqqah ayat 10

RAKYAT PRIANGAN- Madinah Ibu Kota Islam, Jumadil Akhir 13 H. Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq menderita sakit. Dan, sakit yang mendera tubuhnya itu semakin hari bertambah parah. Dari dalam rumahnya, Sang Khalifah merenung, “Kiranya ajalku sebentar lagi akan tiba.”

Saat itu, Abu Bakar mengumpulkan para sahabat yang masih ada. Para sahabat ini merupakan sekumpulan manusia terbaik yang beriman ketika Rasulullah hidup dan tetap mempertahankan keimanannya setelah Nabi Muhammad wafat.

Di hadapan mereka, Sang Khalifah berkata, “Aku telah melepaskan ikatan janji kepemimpinanku terhadap kalian. Aku serahkan segala urusan sepenuhnya kepada kalian. Untuk itu, pilihlah orang yang kalian cintai untuk menjadi pemimpin setelahku. Bila kalian memilihnya selagi aku masih hidup, tentu itu lebih baik dan menghindari perselisihan.”

Baca Juga: Forum Komunikasi Aktivis Masjid Berbuka Bersama dan Berbagi Bingkisan Untuk Anak Yatim

Para sahabat tertunduk wajahnya. Mereka tahu, peristiwa monumental seperti ini akan terjadi. Namun mereka tidak bisa menghadapi sepenuhnya. Mereka tahu, Abu Bakar tengah berjuang dengan penyakitnya itu. Tapi, mereka juga tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih layak memutuskan persoalan tersebut selain Sang Khalifah sendiri.

“Wahai khalifah Rasulullah, kami melihat bahwa engkau yang lebih tahu tentang perkara ini.” Kata mereka bermufakat.

“Jika itu yang kalian inginkan, tunggulah sampai aku benar-benar mengetahui kepribadian dan keagamannya.”

Ada satu nama yang tersimpan di benak Abu Bakar: Umar bin Khattab.

Umar, nama yang menggetarkan nyali kaum musyrikin. Bahkan setan pun ketakutan setiap mendengar derap kakinya. Umar, lelaki yang berani berhijrah sendiri di siang hari dan terang-terangan menantang Quraisy jika ada yang mau menghalanginya pergi. Umar, nama ini terus menerus ada di benak Abu Bakar.

Halaman:

Editor: Syarif Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X