• Jumat, 27 Mei 2022

Arteria Dahlan Diduga Inkonstitusional Terhadap Memajukan Kebudayaan Nasional

- Kamis, 20 Januari 2022 | 08:52 WIB
Pernyataan Arteria Dahlan dinilai lebay (Foto: Gorajuara.com/Dok. net)
Pernyataan Arteria Dahlan dinilai lebay (Foto: Gorajuara.com/Dok. net)

RAKYAT PRIANGAN- Anggota DPR RI Arteria Dahlan mempersilahkan untuk melaporkan dirinya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas ucapannya yang menyinggung orang Sunda.

Dirinya mengklarifikasi bahwa tidak bermaksud bahasa Sunda merupakan suatu hal yang menakutkan akan tetapi hal tersebut agar Kejaksaan Agung menjungjung tinggi nilai profesionalitas dalam bekerja.

Menanggapi pernyataan Arteria Dahlan yang mengundang berbagai reaksi rakyat Sunda termasuk Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang meminta agar Arteria Dahlan segera meminta maaf.

Baca Juga: Baliho Paguyuban Pasundan Terpasang di Pasteur: 'Arteria Dahlan Harus Minta Maaf'

Menurut Wakil Sekretaris DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Ciamis, Syarif Hidayat mengingatkan pernyataan Arteria Dahlan dianggap sudah melanggar konstitusi.

Ia menerangkan bahwa dalam UUD 1945 pasal 32 sudah sangat jelas dijelaskan bahwa Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

"Kita ketahui Indonesia memiliki lebih dari 700 suku bangsa dan bahasanya. Dan kenapa bangsa kita disebut bangsa Multikultural karena keragamannya yang menjadi anugerah Negara kita," terang dia yang juga seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam (STIABI) Riyadul Ulum Tasikmalaya, Kamis 20 Januari 2022.

Baca Juga: Baliho Paguyuban Pasundan Terpasang di Pasteur: 'Arteria Dahlan Harus Minta Maaf'

Syarif menambahkan untuk melindungi serta menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara budayanya maka lahir UU 05 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Perundang-undangan tersebut merupakan spirit yang memposisikan masyarakat sebagai pemilik dan penggerak kebudayaan. Artinya ini tidak bisa serta merta karena menjungjung tinggi profesionalitas dalam institusi harus menanggalkan daya rasa, cipta dan karsa dari dari satu bangsa.

Halaman:

Editor: Adhi Muhammad Daryono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X